Profil JIS: lebih dari tujuh dekade belajar bersama.
JIS tumbuh dari kebutuhan komunitas internasional di Jakarta menjadi sekolah dengan pengalaman pendidikan yang luas, komunitas multikultural, dan tiga kampus di Jakarta Selatan.
Sejarah Jakarta Intercultural School
Perjalanan JIS dimulai pada 1 September 1951 ketika International School of Djakarta membuka pintunya dengan tiga tenaga pengajar dan delapan anak. Pertumbuhan komunitas membuat ruang belajar awal segera berkembang. Pada 1952 sekolah memperoleh lahan di Pattimura, Kebayoran Baru, dan kampus Pattimura kemudian dibuka pada 1953.
Lebih dari tujuh dekade kemudian, jejak sejarah tersebut tetap menjadi bagian dari identitas JIS. Sekolah berkembang menjadi komunitas pendidikan yang melayani Early Years, Elementary, Middle School, dan High School di tiga kampus Jakarta Selatan. Sejarah panjang ini menjadi fondasi untuk terus memperbarui cara belajar tanpa kehilangan hubungan dengan komunitas dan Indonesia.
“Once a Dragon, Always a Dragon” menggambarkan rasa memiliki yang menghubungkan siswa, keluarga, pendidik, dan alumni.
Belajar di Indonesia untuk menjadi Best for the World
Filosofi JIS dirangkum melalui gagasan “learn in Indonesia to be Best for the World.” Siswa belajar dalam konteks Indonesia sambil membangun kemampuan untuk berkontribusi pada dunia. Perspektif global bukan sekadar mempelajari negara lain, melainkan memahami bahwa setiap keputusan dapat berdampak pada orang lain dan lingkungan.
Pendidikan seperti ini membutuhkan keseimbangan antara rigor akademik dan perkembangan pribadi. Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan, menguji ide, membuat karya, menerima umpan balik, dan merefleksikan pengalaman. Guru berperan sebagai pendidik, fasilitator, mentor, dan rekan belajar.
Komunitas yang beragam dan inklusif
Komunitas JIS mencakup lebih dari 70 kebangsaan. Keberagaman tersebut memberi konteks nyata bagi pembelajaran lintas budaya. Siswa bertemu teman dengan bahasa, keluarga, pengalaman, dan perspektif berbeda; dari sana tumbuh kemampuan komunikasi, empati, dan kolaborasi.
Inklusi dipahami sebagai komitmen untuk menyambut, menghargai, dan mendidik beragam pembelajar. Dukungan siswa tidak berhenti pada pencapaian akademik. JIS juga menempatkan kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial sebagai bagian dari pengalaman sekolah melalui Community of Care.
Budaya sekolah yang berorientasi pada dampak
Community of Care
Hubungan yang aman dan penuh rasa hormat membantu siswa berkembang dengan percaya diri dan merasa menjadi bagian dari komunitas.
Engaging with Indonesia
Hubungan dengan Indonesia diwujudkan melalui kolaborasi, pembelajaran, dan program yang menghubungkan komunitas sekolah dengan lingkungan sekitar.
Creating Change
Siswa belajar melihat masalah sebagai kesempatan untuk menciptakan solusi yang bermakna di dalam maupun di luar kelas.
Environmental Custodians
Kesadaran lingkungan menjadi bagian dari kebiasaan belajar dan tanggung jawab terhadap masa depan yang berkelanjutan.
Kepemimpinan dan inovasi pendidikan
Kepemimpinan sekolah di JIS berangkat dari keyakinan bahwa pemimpin pendidikan harus dekat dengan proses belajar. Dengan pimpinan pada masing-masing kampus, komunitas yang besar tetap diarahkan agar terasa personal. Inovasi digunakan untuk memperkaya pembelajaran, bukan sekadar mengejar teknologi baru.
JIS juga dikenal dengan penggunaan teknologi satu perangkat untuk mendukung personalisasi pembelajaran dan telah mendapatkan pengakuan Apple Distinguished School. Teknologi ditempatkan sebagai alat untuk membuat siswa lebih kreatif, terhubung, dan mampu menunjukkan pemahaman melalui berbagai bentuk karya.
Orang-orang adalah inti dari sekolah.
Guru, staf, siswa, keluarga, dan alumni membangun budaya belajar yang hidup dan saling mendukung.

Pendidik yang berkomitmen
Faculty JIS direkrut secara internasional dan membawa keahlian serta perspektif beragam ke dalam kelas.

Komunitas yang peduli
Hubungan kuat antara sekolah, siswa, dan keluarga membantu menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif.